Anak Muda, Ilmu, dan Amanah Keadilan: Menemukan Arah di Tengah Dunia yang Riuh

Kategori : Tips, Berita, Informasi, Ditulis pada : 05 Agustus 2026, 12:32:33

Anak Muda, Ilmu, dan Amanah Keadilan: Menemukan Arah di Tengah Dunia yang Riuh

32. Anak Muda, Ilmu, dan Amanah. Keadilan Menemukan Arah di Tengah Dunia yang Riuh.jpg

Di zaman yang bergerak serba cepat hari ini, teknologi dan kecerdasan buatan (AI) berkembang begitu pesat. Manusia tampak berada di puncak kepintarannya. Namun, ada situasi ganjil yang sedang terjadi: makin tinggi tingkat kecerdasan kognitif seseorang, makin sering kita menyaksikan krisis empati dan krisis spiritual.

 

​Banyak orang yang luar biasa pintar secara otak, tetapi tumpul secara hati. Padahal, kerusakan alam, ketimpangan sosial, dan ketidakadilan tidak pernah disebabkan oleh kurangnya orang pintar, melainkan oleh ilmu yang lepas dari ikatan ketuhanan.

 

Pesan mendalam mengenai fenomena ini disarikan dari khutbah Jumat yang disampaikan oleh dr. Media Wahyudi Askar di Masjid Kampus UGM. Beliau mengingatkan kita semua akan hakikat ilmu, amanah keadilan, dan peran pemuda di tengah kompleksitas zaman.

 

  1. Ketika Ilmu Hanya Berhenti di Kepala

 

Dalam khutbahnya, Beliau menyoroti bagaimana ​kampus dan ruang kelas sering kali terjebak pada formalitas rutinitas: kuliah, mengejar IPK, memoles CV, lalu mencari kerja. Tidak sedikit pula intelektual, ulama, dan pakar yang memilih diam—menjadi "sampah sejarah"—ketika di luar sana terjadi penggusuran, penindasan, dan eksploitasi yang merugikan rakyat kecil.

​Melihat fenomena ini, kita perlu merenungkan kembali kalimat bijak yang pernah dituturkan oleh Imam Syafi'i:

 

​لَيْسَ الْعِلْمُ مَا حُفِظَ، إِنَّمَا الْعِلْمُ مَا نَفَعَ

 

_"Hakikat ilmu itu bukanlah apa yang sekadar dihafal, melainkan apa yang mendatangkan manfaat bagi sesama."_

 

​Kritik sosial ini mempertegas pesan Al-Qur'an mengenai kerusakan lingkungan dan tatanan sosial yang lahir dari ketakpedulian manusia:

 

​ظَهَرَ ٱلْفَسَادُ فِى ٱلْبَرِّ وَٱلْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِى ٱلنَّاسِ لِيُذِيقَهُم بَعْضَ ٱلَّذِى عَمِلُوا۟ لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ

 

_"Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (dampak) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)." (QS. Ar-Rum: 41)_

 

  1. Membawa Suara Rakyat ke Dalam Kampus

 

Dr. Media Wahyudi Askar menegaskan bahwa ​ruang perkuliahan tidak boleh menjadi "menara gading" yang terisolasi dari jeritan masyarakat. Apapun jurusannya, keilmuan yang dipelajari seharusnya punya napas keberpihakan pada keadilan:

- ​Belajar Ekonomi: Bukan sekadar menghitung laba, melainkan paham bagaimana sistem bekerja agar kekayaan tidak menumpuk di tangan segelintir oligarki.

- ​Belajar Hukum: Supaya hukum tidak hanya galak ke bawah—seperti kasus rakyat kecil yang ditindak keras—tetapi mampu menegakkan keadilan yang setara.

- ​Belajar Kedokteran & Kesehatan: Agar ilmu tersebut bisa menjangkau dan menyelamatkan saudara-saudara kita di pelosok daerah yang sulit mendapat fasilitas medis.

 

​Jabatan dan keahlian adalah amanah. Ketika terjadi ketimpangan ekstrem—seperti segelintir orang kaya yang menguasai harta setara jutaan rakyat—para pemilik kuasa dan ilmu punya kewajiban moral untuk memperjuangkan hak-hak masyarakat bawah.

 

  1. Mengingat Batas Usia dan Jabatan

 

​Bagi mereka yang berada di kursi kekuasaan, khutbah tersebut menjadi pengingat yang menohok namun menyejukkan. Jabatan, harta, dan kedudukan sosial memiliki batas waktu yang sangat singkat. Rata-rata angka harapan hidup di Indonesia menunjukkan bahwa siapapun pejabatnya, suatu saat ia akan menjadi jenazah.

 

​Al-Qur'an memberi teguran keras bagi manusia yang terlalu tergila-gila pada tumpukan harta (hubban jamma):

 

​وَتُحِبُّونَ ٱلْمَالَ حُبًّ۠ا جَمًّ۠ا

 

_"Dan kamu mencintai harta benda dengan kecintaan yang berlebihan." (QS. Al-Fajr: 20)_

 

​Sebab itulah, masyarakat perlu terus berdoa agar terhindar dari kepemimpinan yang bodoh dan kekanak-kanakan (ruwaibidhah), karena keputusan pemimpin yang tidak matang akan mengorbankan masa depan dan kemaslahatan rakyat banyak.

 

  1. Pesan Sejuk untuk Anak Muda: Jangan Cemas dengan Hari Esok

 

​Khusus kepada generasi muda dan mahasiswa yang sedang berjuang, Dr. Media menyampaikan pesan yang menenangkan. Di tengah kecemasan akhir bulan, kebingungan kelulusan, atau rasa minder melihat orang lain "sukses duluan" lewat jalur belakang, anak muda diajak untuk tidak kehilangan arah.

​Allah SWT melandasi kenaikan derajat seseorang dari kombinasi iman dan ilmu pengetahuan:

 

​يَرْفَعِ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ مِنكُمْ وَٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْعِلْمَ دَرَجَٰتٍ

 

_"Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat." (QS. Al-Mujadilah: 11)_

 

​Hidup ini bukanlah ajang balapan yang harus bikin kita silau oleh harta haram orang lain. Ijazah hanyalah selembar kertas ikhtiar, tetapi sumber rezeki tetap datang dari Allah SWT melalui jalan-jalan yang tidak pernah diduga—salah satunya melalu ketulusan doa dan restu dari kedua orang tua.

 

Di tengah himpitan rutinitas dan dinamika perjalanan hidup yang sering kali menguras energi mental maupun spiritual, mengambil jeda sejenak untuk merefleksikan diri adalah sebuah kebutuhan. Sebagaimana ilmu dan perjalanan intelektual yang membutuhkan arah, perjalanan fisik bersama rekan kerja atau institusi pun memerlukan pengelolaan yang penuh tanggung jawab dan kebersamaan. Armasta hadir mendampingi kebutuhan perjalanan grup dan korporasi Anda melalui layanan paket perjalanan yang dirancang secara profesional, nyaman, dan terencana. Bersama Armasta, mari ciptakan ruang kebersamaan yang berkualitas, mempererat keakraban, dan menyegarkan kembali semangat untuk terus melangkah membawa kebermanfaatan.

 

 

#Umrahmurahjogja #umrahjogja #umrahoktober #umrah12harijogja #umrahberkah #umrohjogja #umroh12hari #umrohmurah #umrohmurahjogja

Cari Blog

10 Blog Terbaru

10 Blog Terpopuler

Kategori Blog

Chat Dengan Kami
built with : https://safar.co.id